| |
|
Kamis, 14 Agustus 2008 @ 12:10 WIB - Diari
CERMIN
indosiar.com - Pernah kudengar orang berkata begini, banyak orang di kota ini sudah tidak bisa lagi menjaga kotanya sendiri. Lihat saja betapa tidak terurusnya kota ini, padahal kan ini jadi tanggung jawab dunia akherat. Kalimat tersebut lalu kucerna seperti halnya melahap makanan di dalam tutup saji. Kriuk, kriuk, kriuk. Garing seperti mengunyah kerupuk sebagai pelengkap makanan. Tapi ada yang kurang saat aku tengah asyik melahap. Minumkah kataku bukan, sebab kuah dalam makananku masih mampu membasahi tenggorokan, dan melancarkan makanan tersebut sampai ke lambung. Aku masih berfikir akan kekurangan itu. Kurang gizi mungkin, bisa jadi. Atau kurang banyak porsinya Bukan itu, sebab sedikit makanan bagiku sudah cukup mengenyangkan, apalagi dalam kondisi yang kurang baik.
Lantas apa yang ada dalam otakku kian kusesaki, hingga sedemikian berat otakku harus bersitegang dengan apa yang terlihat di mataku. Makanan dan kota, dua kata yang kemudian menjadi pelengkap yang mungkin saja bisa menjawab segala kekalutan dari sekian banyak orang yang berseliweran di perut kota, termasuk seseorang yang kata-katanya tadi masih saja tidak bisa lepas dari menu sehari-hari.
Selengkapnyahttp://www.indosiar.com/news/cermin/75042_kriukkriuk-di-perut-kota
|
Disarankan: 0
 |
| |
haerulsohib Sabtu, 20 September 2008 @ 00:43 WIB
 (Reply)
saya mau koment di indosiar tapi kok sulit sekali, keyword yang mau diketik ngak bisa masuk...
btw...pilkada hanya jadi ajang untuk merembuk kekuasaan bukan solusi hidup rakyat yang diharapkan.
|
|
 |
 |
 |
| |
sastrawiguna Jumat, 7 November 2008 @ 05:02 WIB
 (Reply)
makasih bugistoto atas kunjungannya... ternyata masih mengingat saya.... 
saya kangen juga... sudah lama tidak berkunjung dan membaca tulisan berbobot dari nama bugistoto....
|
|
 |
 |
 |
| |
lovely_12 Rabu, 3 Desember 2008 @ 13:20 WIB
 (Reply)
salam kenal. aku suka mah background blognya..
|
|
 |
 |
 |
|
|
Senin, 28 Juli 2008 @ 17:17 WIB - Diari
CERMIN
indosiar.com. Dua hari yang lalu, saat kota ini tiba-tiba terguyur gerimis di tengah terik surya yang menyengat, sempat terlihat di mataku dua anak kecil saling menyileti pandang dengan aroma kegusaran yang mencuat dari wajah mungil mereka. Nampak terlihat keberingasan, seperti halnya kerap kita jumpai perkelahian yang berbuntut panjang dari para sang aktor dalam serial aksi di layar televisi. Kedua anak laki-laki itu berkoar-koar di tengah keramaian, saling menjatuhkan, bahkan keduanya pun tak segan menggaung-gaungkan beberapa nama yang mungkin saja bisa dijadikan senjata untuk menaklukkan nyali anak yang satunya. Maka kusebut mereka aktor. Yah, aktor kecil yang tengah memainkan sebuah peran luar biasa di mataku.
Sang aktor terus angkat aksi, meski sudah banyak orang yang lalu-lalang memelototi. Mereka sama-sekali tidak peduli, sebab lebih dari pada itu apa yang disebut harga diri ternyata menjadi alasan kuat kenapa mereka bersikap demikian. Itulah adanya, namun dalam hati kecilku seketika berkata lirih, pahamkah mereka akan arti harga diri
Selengkapnya dan masukkan komentar anda tentang artikel ini di sini http://www.indosiar.com/news/cermin/74712_siri-sang-aktor-kecil
|
Disarankan: 0
 |
| |
yulianbjm Senin, 28 Juli 2008 @ 17:51 WIB
 (Reply)
halo kawan apa kabar neh.?.. lama gak ngeblog. .
 |
 |
| |
 |
bugistoto Rabu, 30 Juli 2008 @ 12:27 WIB
kabarku alhamdulillah baik2, iya nih kawan, lama g ngeblog banyak hal yang terlewatkan. maksudnya tambah banyak muncul bloger2 yang dahsyat. postingannya keren2 smua. kalo km sendiri baik2 kan kabarnya?
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
haerulsohib Senin, 28 Juli 2008 @ 18:16 WIB
 (Reply)
baru baca yang tertera di blogmu..cess...sebentar saya lanjut di indosiarnya....ngantuk sekali nih...tapi mau koment....
nanti saya hubungi ya....
 |
 |
| |
 |
bugistoto Rabu, 30 Juli 2008 @ 12:25 WIB
komentarta di indosiar membuka kembali cakrawala berfikirku cappo. thx, thx berat. harakiri...., sesuatu yang sempat terlupakan dari otak. hehehe
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
sastrawiguna Senin, 28 Juli 2008 @ 18:23 WIB
 (Reply)
tulisanmu selalu saja menarik, dikemas apik. hmmmm..bugistoto.....bugistoto......
 |
 |
| |
 |
bugistoto Rabu, 30 Juli 2008 @ 12:23 WIB
itu juga karena belajar dari postingan2 bunda....bener. bunda apa kabarnya?
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
herdiboy Kamis, 31 Juli 2008 @ 08:22 WIB
 (Reply)
itulah cerminan wajah negeri ini...
|
|
 |
 |
 |
| |
yus Selasa, 23 Desember 2008 @ 09:49 WIB
 (Reply)
dahsyat....terus berkarya
|
|
 |
 |
 |
|
|
Selasa, 22 Juli 2008 @ 13:47 WIB - Diari
CERMIN
Di sebuah desa terdapat sebuah keluarga yang cukup berada. Sebut saja keluarga Mahar. Dalam rumah yang terbilang besar tersebut tinggallah seorang suami, istri dan seorang anak yang masih belum beranjak dewasa. Maka suatu hari tiba-tiba datang tiga orang pengemis ke rumah tersebut. Mereka duduk di anak tangga rumah dengan wajah yang sangat mengenyuhkan. Dengan pakaian compang-camping yang merea kenakan, jelas sekali memerlihatkan diri mereka yang sangat ceking.
Pas hari itu kebetulan sang pemilik rumah sedang tidak berada di tempat, namun entah kenapa ketiga pengemis itu tetap saja duduk di anak tangga sembari menunggu sang pemilik rumah kembali.
Selengkapnya dan masukkan komentar anda tentang artikel ini di sini : http://www.indosiar.com/news/cermin/74527_tiga-pengemis-dan-keluarga-mahar
|
Disarankan: 0
 |
| |
haerulsohib Selasa, 22 Juli 2008 @ 20:30 WIB
 (Reply)
halo cess....sudah ma koment di depan......bacako nah....
 |
 |
| |
 |
bugistoto Kamis, 24 Juli 2008 @ 20:59 WIB
terima kasih banyak cappo atas komentarnya....
|
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
mahar Senin, 10 November 2008 @ 14:10 WIB
 (Reply)
inspiring...
|
|
 |
 |
 |
|
|
Kamis, 10 Juli 2008 @ 17:49 WIB - Diari
akhirnya rangkaian kegiatan COLLABORATION NIGHT LBB GADJAHMADA berakhir dengan sukses yang dilaksanakan hari selasa, 08 Juli 2008, begitupula dengan kehadiran PILOT BAND sebagai bintang tamu yang mampu membuat ribuan penonton di Liquid Clarion Hotel histeris.
tapi terlepas dari itu semua, bagaimanapun juga saya harus mengeluarkan pengumuman pemenang sayembara Diksi 10, yang ternyata di luar dugaan jumlah naskah yang masuk ke meja panitia mencapai ratusan naskah yang bukan saja dari Makassar, tapi juga berasal dari luar Makassar.
tanpa basa-basi lagi, ini dia PEMENANG SAYEMBARA DIKSI 10 LBB GADJAHMADA 1 DASAWARSA.
JUARA 1 (1456 POINT) SRI WAHYUNI KARMA JUDUL NASKAH : RUMAH NO. 10
JUARA 2 (1339 POINT) NURUL MUSFIRAH JUDUL NASKAH : 10 ALASAN MENGAPA AKU MEMILIH DIA
JUARA 3 (1327 POINT) NUR QALBY JUDUL NASKAH : I'M FLIRTING MASTER
SELAMAT KEPADA PEMENANG...!!!
|
Disarankan: 0
 |
| |
dfahrizal Kamis, 10 Juli 2008 @ 20:11 WIB
 (Reply)
huaaaa...aa...aaa..aa nama gw gak ada...
|
|
 |
 |
 |
| |
sastrawiguna Kamis, 10 Juli 2008 @ 21:25 WIB
 (Reply)
selamat kepada para pemenang.. selamat kepada panitia...hehehehe...especialy bugistoto yang telah sukses menyelenggarakan acara ini. bravo
|
|
 |
 |
 |
| |
haerulsohib Kamis, 10 Juli 2008 @ 22:06 WIB
 (Reply)
waduh namaku tidak ada.....ohhhh..ternyata saya ngak ngirim....hehehehe....pokoknya selamat ya....acaranya sukses...semoga nanti ada sayembara lainnya.....
|
|
 |
 |
 |
| |
herdiboy Kamis, 17 Juli 2008 @ 09:49 WIB
 (Reply)
meski ga kenal sama nama2 pemenangnya.. kuucapkan selamat juga dehh!
|
|
 |
 |
 |
|
|
Selasa, 10 Juni 2008 @ 19:33 WIB - Diari
CERMIN
Di suatu sore yang cerah, indah dan menakjubkan, terlukis seberkas senyum dari bibir seorang bocah perempuan di retinaku. Indah lembayung yang perlahan turun memberi nuansa tersendiri, manakala ia menggerak-gerakkan tubuhnya di tepi kanal yang dipenuhi sampah-sampah. Bagai penari ia dihadapanku, sangat lincah, layaknya seorang anak yang setiap hari mengecap dunia kebahagiaan.
Rambut kemerahan yang diikat dengan karet gelang, pakaian setengah baru yang sepertinya baru saja dicuci, juga telapak kaki berdebu dan tanpa alas kaki, membuatku renyah menatap sebuah keindahan dalam diri anak itu. Siapakah namanya? Satu pertanyaan yang memburuku, namun pertanyaan itu tidak lantas terjawab begitu saja. Perlahan kudekati ia, dan secara perlahan pula mulai senyumku melengking untuknya.
"Siapa namamu?"
Selengkapnya dan masukkan komentar anda tentang artikel ini di sini: http://www.indosiar.com/news/cermin/73768_makna-lain-di-balik-nama-kana
|
Disarankan: 0
 |
| |
koesplator Selasa, 10 Juni 2008 @ 19:54 WIB
 (Reply)
wah tumben nongol sore-sore hehehe, sibuk mulu ja berkarya terus deh, salam buat mhimi
|
|
 |
 |
 |
| |
sarojini Selasa, 10 Juni 2008 @ 20:02 WIB
 (Reply)
wah daeng kemana aja.. long time no see.. pakabarnya? masih dengan tulisan khasnya nih
|
|
 |
 |
 |
| |
haerulsohib Selasa, 10 Juni 2008 @ 20:34 WIB
 (Reply)
halo cesss.....sudah koment tuh....disana...mantab ceritanya, bermakna sekali
|
|
 |
 |
 |
| |
merama Rabu, 11 Juni 2008 @ 22:10 WIB
 (Reply)
lam kenal....
|
|
 |
 |
 |
| |
bubu_okky Minggu, 15 Juni 2008 @ 19:43 WIB
 (Reply)
salam daeng sudah lama gak mampir sini...kangeeeeennn. tetap berkarya daeng....
|
|
 |
 |
 |
| |
haerulsohib Senin, 16 Juni 2008 @ 00:30 WIB
 (Reply)
hallo cess...berapa lagi nomor flexi-mu...maaf saya lupa save yang dulu...kemarin saya hubungi tapi lupa.... kalau ke warnet century..coba cari nama sulfy anggota hizbut tahrir...soalnya hanya dia yang tahu saya...kalau yang hanya kenal muka...hehehee..
|
|
 |
 |
 |
| |
herdiboy3 Rabu, 18 Juni 2008 @ 15:55 WIB
 (Reply)
kangen nih baca artikelnya blog ini..
|
|
 |
 |
 |
|
|
S E L A N J U T N Y A »
|
|
 |
BERKACA DI CERMIN BURAM
ashady_xb1@yahoo.co.id
Persoalan hidup sejatinya membawa kita pada kedewasaan berfikir. Seseorang merasa dirinya akan lebih baik dari sekarang dengan semakin banyak persoalan hidup yang dilalui. Persoalan hidup dalam hal ini tentu saja yang bisa dijadikan sebagai pelajaran dan pegangan agar kelak tak lagi terjerembab di dalam lubang yang sama. Untuk itu punyailah kekuatan untuk mengikuti ritme hidup yang tercipta, sebab hanya orang yang sabar dan penuh keikhlasanlah yang mampu menjiwai hidup ini dengan bijak
|
 |
|
| |
| » Profile |
 |
 |
| » Buku
Tamu |
|
|
|
Arsip Blog
|
|
|
|
Total: 466 |
|
|
|
|
|
|
Created on:
Rabu, 14 November 2007 @ 15:40 WIB |
|
|